Konteks
Perusahaan ini menjual ke apotek dan rumah sakit, bukan ke konsumen. Website-nya bukan etalase belanja — fungsinya membuat pembeli institusi percaya sebelum menelepon, dan memberi tim penjualan tautan yang bisa dikirim saat menawarkan.
Masalahnya, setiap perubahan daftar produk harus lewat vendor lama. Biaya per perubahan membuat tim berhenti meminta. Saat kami mulai, katalog di website tertinggal 11 bulan dari katalog cetak.
Yang dikerjakan
- Struktur ulang isi: dari 24 halaman jadi 9, dengan katalog sebagai basis data, bukan halaman terpisah
- Katalog dengan penyaring kategori, bentuk sediaan, dan status ketersediaan
- CMS untuk staf non-teknis, dengan hak akses terpisah
- Formulir permintaan penawaran yang masuk ke email tim penjualan, lengkap dengan produk yang sedang dilihat
- Sesi pelatihan 90 menit, direkam
Keputusan penting
Katalog dibuat sebagai basis data, bukan halaman
Vendor sebelumnya membuat tiap produk jadi satu halaman manual. Menambah produk berarti menyalin halaman. Kami pindahkan ke basis data supaya penyaringan, pencarian, dan halaman kategori terbentuk sendiri. Menambah produk sekarang berarti mengisi satu formulir.
Formulir membawa konteks produk
Sebelumnya permintaan penawaran datang tanpa keterangan produk, jadi tim penjualan harus membalas untuk bertanya. Kami sisipkan nama dan kode produk yang sedang dibuka ke isi email. Balasan pertama sekarang langsung berisi harga.
Tidak memakai sistem manajemen konten umum
Klien meminta WordPress karena "semua orang pakai". Kami tolak: satu-satunya isi yang sering berubah adalah katalog, dan katalog butuh struktur ketat. Pilihan kami menghapus beban update plugin dan celah keamanan yang tidak akan ada yang urus.